"Topeng versi saya"
Kawan, seringkali kita melihat topeng berjajar di pasar. Para penjual menarik perhatian anak dengan memakainya. Kebanyakan topeng yang dijual adalah tokoh fiksi pahlawan yang sedang tren di televisi. Tapi kawan, saya disini bukan akan membahas topeng yang dijual di pasar, tapi topeng versi saya. Yaaaa..... semacam topeng kehidupan.
Relasi, hubungan... yahaaa.... dalam hidup pasti kita menjalani hubungan dengan orang lain bisa jadi orang terdekat seperti keluarga atau orang jauh seperti pertemanan. Kawan, terkadang kita sulit untuk berhubungan dengan orang lain yang bisa jadi karena perbedaan prinsip, ideologi atau hal lainnya.
Namun, saya yakin jika kita berteman/ bersahabat pasti ada kesamaan diantara kita. Entah apa itu, walaupun ada satu dua perbedaan, hal itu bisa diredam dengan saling menguatkan saling percaya. Tentu setiap orang punya privasi masing-masing. Saya pikir zona itu yang harus kita jaga jika sudah terbuka maka kita bisa memasukinya jika belum itu tidak masalah. Tidak akan mengganggu pertemanan.
Sayangnya, dalam hidup ada saja orang yang memakai topeng dalam berbagai aktivitas. Sehingga kita sulit memahami dia. Menjadi apa adanya terlihat lebih baik, bukankah wajar ketika seorang manusia memiliki kekurangan. Disanalah sahabat mendukung, mendorong agar kita bisa terus maju.
Topeng
Apakah para pejabat juga memakainya? Entahlah..... Untuk politik sendiri saya kurang paham, ketika saya berpikir tentang A nyatanya adalah B. Mungkin ini juga berlaku untuk kita agar tidak su'uzan terhadap orang lain. Karena politik penuh dengan interik kan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar